Selasa, 18 Oktober 2011

Obat Hipertensi

KHASIAT bawang putih ternyata tak hanya melezatkan racikan masakan, tapi juga ampuh mengobati tekanan darah tinggi. Benarkah?

Hipertensi kerap menyerang orang dan jarang ditandai dengan kehadiran gejala yang mengejutkan. Kehadiran hipertensi biasanya ditandai dengan timbulnya tingkat tekanan darah di atas normal, sehingga membutuhkan penanganan khusus sebelum akhirnya membuahkan serangan komplikasi dalam jangka panjang. Namun, bagi Anda yang memiiki gangguan hipertensi tersebut, kini tak perlu khawatir. Ada sebuah ramuan sederhana, yakni suplemen bawang putih yang siap membantu menurunkan kadar hipertensi Anda.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa bawang putih memiliki manfaat untuk mengobati tekanan darah tinggi. Sebagai bagian dari penelitiannya, dokter Australia tersebut mendaftarkan 50 pasiennya untuk dijadikan subjek penelitian. Dari sana, dokter tersebut melihat apakah suplemen bawang putih benar-benar dapat membantu mereka yang terserang tekanan darah tinggi yang mereka alami.

Sebelumnya, suplemen bawang putih telah terbukti dapat menurunkan kolesterol dan menurunkan tekanan darah tinggi pada mereka dengan serangan hipertensi yang sulit terobati.

Dalam penelitian terbaru, peneliti dari University of Adelaide, Australia, melihat efek dari empat kapsul suplemen yang berbahan baku bawang putih selama 12 minggu. Dari sana, mereka menemukan bahwa tekanan darah sistolik sekira 10mmHg lebih rendah pada kelompok yang diberi bawang putih ketimbang mereka yang diberikan placebo.

“Suplemen bawang putih dikaitkan dengan efek menurunkan tekanan darah secara klinis pada pasien dengan diagnosa hipertensi,” seperti dikatakan Ried, seorang peneliti pada BBC dan dirilis Times of India.

Para ahli mengatakan, suplemen bawang putih hanya boleh digunakan setelah mendapatkan referensi dari medis sehingga khasiat bawang putih tersebut dapat berjalan sempurna. Selain menurunkan hipertensi, bawang putih pun dapat mengencerkan darah, serta secara fleksibel dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya.

Kenali Diri Sendiri

Menyongsong tahun baru, sudah selayaknya bila kita berhenti melangkah sejenak untuk melihat kembali siapa diri kita yang sesungguhnya dan sampai di mana kita berjalan (berkembang). Dengan demikian, kita dapat kembali melangkah maju dengan lebih tenang, mantap, dan lebih pasti.

Hidup ini terasa sangat berharga bila kita menempuhnya secara sadar. Kesadaran yang dimaksudkan di sini adalah "mengerti secara utuh". Kesadaran membuat kita tenang karena mengerti, sehingga memungkinkan kita merespon dengan tepat berbagai situasi yang kita hadapi tanpa rasa konflik, tanpa rasa terpaksa, tanpa rasa terbeban, tanpa rasa takut, cemas, dan sebagainya.

Di sisi lain, hidup yang dijalani dengan kecemasan atau sebaliknya dengan penuh ambisi yang tidak realistis dan menghalalkan segala cara, berarti dijalani tanpa kesadaran penuh; berarti perhatian kita terlalu terfokus pada suatu hal tertentu di masa lalu atau di masa mendatang (yang bukan merupakan kenyataan) dan mengabaikan banyak hal saat ini yang sebenarnya sungguh berharga untuk disadari.

Menempuh hidup secara sadar memerlukan keberanian untuk melihat diri sendiri secara apa adanya. Bila kita telah dapat melihat diri sendiri secara utuh atau jernih siapa diri kita, kita akan mampu juga melihat realitas di luar diri secara jernih.

Lain halnya bila kita tidak sungguhsungguh mengenali diri sendiri, pemahaman kita terhadap dunia di luar diri akan terdistorsi (disesatkan) oleh motif-motif dan emosi-emosi kita yang tidak kita sadari.

Pada umumnya kita melihat diri sendiri hanya sepotong-sepotong, seperti rangkaian puzzle yang tidak tersusun secara utuh. Mengapa? Kita cenderung menghindari melihat atau menyentuh bagian diri kita yang tidak menyenangkan, yang tidak sesuai gambaran ideal yang kita angankan.

Padahal, penolakan terhadap bagian diri yang manapun pasti menghasilkan emosi negatif yang akan mengganggu ketenangan hidup kita. Mengapa? Bagian diri yang kita tolak akan berkembang menjadi musuh bagi diri kita sendiri. Padahal, bila kita terima, ia akan selaras dengan bagian-bagian din yang lain. Mungkinkah kita dapat melangkah maju secara sehat bila bagian-bagian diri kita dalam keadaan berkonflik? Itulah sebabnya kita perlu memiliki keberanian untuk berhenti sejenak.

Beberapa langkah dapat kita tempuh untuk dapat lebih mengenal diri kita sendiri, di antaranya adalah melalui introspeksi, mengamati perilaku sendiri, dan melalui orang lain.

Mengenal diri sendiri melalui introspeksi

Introspeksi adalah proses individu melihat ke dalam dirinya dan menguji pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, dan motif-motifnya sendiri. Meskipun ini sangat bermanfaat, ternyata jarang dilakukan.

Meskipun jarang berpikir mengenai diri sendiri, tentu saja kadang-kadang kita mengubah arah perhatian menyadari diri sendiri, terutama bila menghadapi situasi yang memicu kesadaran diri, misalnya bila kita sedang menghadapi masalah, melihat diri sendiri dalam cermin, dan sebagainya.

Seperti dijelaskan oleh Aronson dkk (2007) dalam bukunya Social Psychology, bila kita memusatkan perhatian pada diri sendiri, kita menilai dan membandingkan perilaku kita saat itu dengan standar internal dan nilai-nilai kita. Kita menjadi sadar diri, dalam arti menjadi objektif, menilai diri kita sendiri melalui pengamatan.

Duval & Silvia yang meneliti dinamika kesadaran diri menjelaskan sebagai berikut: Melalui refleksi diri kita menjadi sadar akan kesenjangan antara perilaku dengan standar internal kita. Bila kita merasa dapat mengubah perilaku sesuai dengan standar internal, kita akan melakukannya, dan merasa nyaman karenanya.

Namun, bila kita merasa tidak dapat mengubah perilaku kita, dalam keadaan sadar diri, kita akan merasa tidak nyaman karena berhadapan dengan umpan balik yang tidak menyetujui diri sendiri. Karena merasa tidak nyaman, biasanya orang cenderung melarikan diri dari kondisi sadar diri.

Untuk dapat menjauhkan diri dari kondisi sadar diri, sebagian dari kita melakukan berbagai upaya, antara lain dengan menyalahgunakan alkohol, pesta makanan, dan masokisme seksual. Contohnya, menjadi peminum alkohol merupakan cara untuk menghindari pikiran negatif mengenai diri sendiri. Beberapa penulis menyimpulkan: kenyataan bahwa orang-orang melakukan hal yang berbahaya, meskipun berisiko, merupakan indikasi betapa tidak menyenangkan bila kita dalam kondisi sadar diri.

Meski demikian, tidak semua bentuk pelarian dari diri sendiri (escaping the self) itu bersifat merusak. Berbagai bentuk pengalaman religius dan spiritual juga dapat diartikan sebagai penghindaran dari kondisi terfokus pada diri sendiri.

Selain itu, fokus pada diri sendiri juga tidak selalu tidak menyenangkan. Bila kita mengalami sukses besar, berfokus pada diri sendiri dapat terasa sangat menyenangkan karena hal itu memperjelas prestasi positif kita. Fokus pada diri sendiri dapat juga menjadi cara untuk keluar dari kesulitan, yaitu mengingatkan kita akan mana yang benar dan yang salah, sehingga kita memilih untuk bertindak benar.

Keterbatasan instrospeksi

Berbagai proses mental terjadi di luar kesadaran. Biasanya kita hanya sadar akan hasil akhir proses berpikir kita (misalnya bahwa kita jatuh cinta), namun tidak menyadari proses kognisi yang menyebabkan hasil tersebut. Itulah sebabnya, hanya dengan introspeksi mungkin tidak membuat kita menemukan penyebab pikiran atau perasaan kita, namun kita akan berhasil meyakinkan diri mengenai penyebabnya.

Nisbett & Wilson menyebut fenomena ini sebagai "telling more than we can know" karena penjelasan orang mengenai perilaku dan perasaannya sering jauh dari apa yang dapat mereka ketahui secara rasional.

Sebagai contoh, penelitian Wilson, Laser, & Stone (1982) dengan partisipan mahasiswa. Partisipan diminta mencatat suasana hatinya (mood) setiap hari selama lima minggu. Mereka juga diminta melacak hal yang mungkin menyebabkan mood mereka, misalnya cuaca, beban kerja, atau lama tidur pada malam hari sebelumnya.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa dalam banyak kasus, individu salah dalam memperkirakan apa yang memengaruhi suasana hati mereka. Contohnya, banyak orang mengira bahwa suasana hatinya dipengaruhi oleh lamanya waktu tidur, padahal kenyataan lamanya waktu tidur tidak memengaruhi mood.

Hal yang menjadi sandaran partisipan dalam memperkirakan penyebab perasaan atau perilakunya adalah teori-teori kausal (causal theories) yang ada dalam benak mereka. Yang dimaksud dengan teori-teori kausal di sini adalah teori-teori mengenai penyebab perasaan dan perilaku kita sendiri; di mana teori-teori tersebut sering kita pelajari dari budaya kita.

Masalahnya, skema pengetahuan dan teori-teori kita tidak selalu benar dan dapat mengakibatkan kesalahan dalam menilai penyebab tindakantindakan kita. Selain bersandar pada teori-teori kausal, dalam memperkirakan penyebab perasaan atau perilaku kita sendiri, kita juga bersandar pada informasi-informasi yang kita miliki mengenai diri kita sendiri.

Fakta menunjukkan bahwa bagaimanapun juga introspeksi tidak selalu memberikan jawaban yang benar mengenai penyebab perasaan dan perilaku kita. Itulah sebabnya, selain introspeksi kita perlu juga melakukan langkah pengenalan diri yang lain, yakni dengan mengamati perilaku kita sendiri dan juga melalui orang lain.

Mengenai dua langkah selain introspeksi ini akan dibahas dalam GHS edisi mendatang. Sampai jumpa! Salam sukses di tahun yang baru!

Kesuburan Wanita

NERA (30), seorang PR Consultan sebuah perusahaan asing sudah lima tahun menikah dengan Bagas (32), seorang Manager Bank Swasta. Namun, belum juga dikaruniai momongan. Padahal berdasarkan pemeriksaan, organ reproduksinya tidak ada masalah. Tubuhnya pun sehat. Wah, bisa jadi ada yang menghalangi kesuburannya. Yuk cari tahu apa saja penyebabnya!

Stres

Gaya hidup ternyata berperan besar dalam menyumbang angka kejadian infertilitas, berkisar 15-20 persen. Kehidupan yang kompetitif membuat banyak orang gampang cemas, stres -memicu otak untuk mengirim sinyal yang memengaruhi hormon pengendali ovulasi, bahkan sampai depresi.

Penelitian di Departemen Fisiologi, Medical College of Hoigo (AS) menyebutkan stres bisa menurunkan kualitas hormon testoteron, sperma, juga kualitas sel telur. Stres juga mengganggu keintiman, hingga menurunkan hasrat untuk berhubungan intim.

Cara terbaik mengontrol stres adalah melakukan relaksasi pernapasan yang menenangkan tubuh dan pikiran. Caranya, hirup dan hembuskan napas dalam-dalam secara perlahan.

Merokok

Rokok mengandung puluhan zat berbahaya. Bagi laki-laki merokok dapat menyebabkan; gerak sperma lambat, jumlahnya menurun dan sebagian mati. Sementara bagi wanita, merokok dapat menghambat ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur ke saluran tuba). Racun pada rokok juga dapat memengaruhi lendir leher rahim sehingga menghalangi mampirnya sel sperma ke sel telur.

Alkohol

Mengonsumsi alkohol lebih dari dua gelas untuk laki-laki dan lebih dari satu gelas untuk wanita dalam satu hari dapat mengurangi kesuburan. Pada wanita, konsumsi alkohol berlebihan memperburuk metabolisme estrogen serta progesteron. Akibatnya, proses pembuahan sel telur oleh sperma sulit terjadi. Sedangkan pada pria, akan memperlambat kecepatan gerak sperma, dan menurunkan volume air mani yang mengakibatkan berkurangnya produksi sperma.

Kafein

Kafein dapat menekan produksi hormon estrogen dan progesteron, sehingga menghambat terjadinya ovulasi. Kafein juga dapat mengurangi kandungan darah dalam hormon prolaktin sehingga mengganggu siklus haid akibatnya fertilisasi pun rendah.

Polusi Udara

Polusi asap rokok, asap kendaraan bermotor dan asap pabrik sarat timbal (Pb) terbukti menurunkan kualitas sperma dan sel telur. Polutan penghasil oksida nitrogen, timah atau pestisida disinyalir mengganggu keseimbangan hormon dan memengaruhi kesehatan sel telur dan sperma.

Harry Moore, ahli reproduksi dari Reproductive and Developmental Medicine Universitas Sheffield (Inggris) mengungkap, besarnya kemungkinan abnormalitas sel telur dan sperma, kemandulan bahkan kanker adalah akibat polusi udara.

Menyetir Mobil atau Motor

Penelitian Dr. Michele De Rosa dari University of Naples Federico II (Italia) mengungkapkan, oksida nitrogen, timah, oksida belerang, dan karbon monoksida yang terkandung dalam gas buangan kendaraan bermotor, menurunkan kualitas sel telur dan sperma. Kemacetan di jalan pun semakin memperlemah gerak sperma. Selain itu, suhu panas dari mesin kendaraan memengaruhi daya tahan sperma. Itu sebabnya Dr. De Rosa mengklaim orang yang menghabiskan 6 jam atau lebih berkendaraan per hari, kesuburannya bisa terganggu.

Kegemukan

Timbunan lemak dapat mengganggu kinerja organ tubuh, termasuk organ-organ reproduksi. Kadar kolesterol yang tinggi juga akan mengganggu keseimbangan hormonal sehingga siklus haid terganggu; bisa berupa haid terlambat, tidak haid sama sekali dalam beberapa bulan meski tidak hamil, atau sebaliknya justru keluar terus tapi tidak teratur. Gangguan ini berpengaruh langsung pada perhitungan matangnya sel telur. Begitu pula jika tubuh Moms terlalu kurus.

Obat-obatan

Obat-obatan tertentu yang termasuk golongan narkotik maupun obat-obatan kedokteran, seperti beberapa jenis antibiotik, obat darah tinggi, obat sakit mag, obat anti kejang, maupun obat-obatan yang digunakan dalam terapi melawan kanker, dapat menurunkan kesuburan wanita dan memengaruhi kualitas sperma.

Usia

Memasuki usia 35 tahun, kesuburan wanita akan menurun dan semakin menurun drastis pada usia 37 tahun sampai akhirnya masuk ke masa menopause di atas 40-45 tahunan. Sebaliknya, usia tidak membatasi tingkat kesuburan pria dimana “pabrik sperma” akan terus memroduksi sel-sel sperma selama anatominya normal.
(Mom& Kiddie//tty)

Meningitis, yuks kenali....!

Meningitis lebih sering menyerang bayi, anak-anak usia muda, serta orang usia lanjut. Bila diketahui sedari dini, penyakit ini dapat ditangani dengan baik. Meski demikian, tindakan pencegahan sangat dianjurkan. Salah satunya adalah dengan vaksinasi karena dapat menurunkan risiko kejadian meningitis.

Meningitis merupakan penyakit yang menyerang selaput otak. Lebih tepatnya adalah peradangan selaput yang menutupi jaringan otak dancorda spinalis. Infeksi virus maupun bakteri bisa menjadi penyebab terjadinya meningitis. Meningitis yang disebabkan oleh infeksi virus umumnya disebut sebagai meningitis viral. Ini merupakan bentuk meningitis yang paling sering terjadi.

Higienitas buruk

Penularannya, seperti disebutkan dalam situs NHS, bisa menyebar antar manusia melalui percikan air liur saat seseorang batuk atau bersin. Higienitas yang buruk seperti tidak mencuci tangan usai dari toilet juga dapat menjadi faktor risiko penularan. Meningitis viral itu biasanya terjadi pada usia dewasa muda.

Coxsacki, echovirus, ataupun enterovirus menjadi virus penyebab paling sering untuk meningitis. Infeksi virus campak, cacar air, dan herpes simpleks juga bisa menimbulkan meningitis viral dengan masa inkubasi meningitis viral bisa berlangsung hingga 3 minggu.

Meningitis viral umumnya tidak terlalu berat ketimbang bakterial. Meski demikian, ada kalanya penyakit ini berlanjut dengan simtom seperti mual dan muntah, kekakuan leher, radang tenggorokan, nyeri perut, nyeri otot, dan fotofobia.

Untungnya, meningitis viral ini sangat jarang mengancam jiwa atau menimbulkan efek setelahnya. Hanya saja, untuk jaga-jaga, Anda harus segera menghubungi dokter begitu terlihat simtom seperti meningitis. Selain meningitis viral, ada pula meningitis bakterial. Meski kasusnya tidak sebanyak meningitis viral, penyakit ini biasanya lebih serius dan berat.

Bisa karena pneumonia

Meningitis bakterial ini, salah satunya, bisa timbul akibat komplikasi dari pneumonia. Pneumonia yang tidak tertangani dengan baik membuat kuman bisa masuk dan bersarang di otak.

"Meningitis bakterial dapat mengancam kehidupan seseorang dan memerlukan pengobatan segera. Biasanya meningitis bakterial lebih sering menyerang anak-anak terutama usia balita," ujar Dr. Nita Ratna Dewanti, Sp.A, spesialis anak dari RS Premier Bintaro.

Studi berbasis rumah sakit di RS Sanglah Bali menunjukkan insidensi dari meningitis bakteremia pada anak di bawah usia dua tahun sekitar 76-80,3 persen. Dibandingkan dengan viral, meningitis bakterial yang disebabkan olehpneumococcus, meningoccus, Haemophilus influenzae tipe B (Hib) cenderung lebih serius dengan risiko kematian.

Penelitian prospektif di beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa 10 persen penyebab meningitis pada balita adalah bakteri pneumokokus dengan angka kesembuhan yang rendah dan dapat mengakibatkan cacat permanen. Pneumokokus ini juga menjadi penyebab kematian utama pada anak balita, terutama di negara berkembang.

"Kalaupun terkena dan kemudian sembuh, cacat yang ditimbulkan cukup banyak dan berat daripada Hib," imbuh Dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi, konsultan tumbuh kembang anak dari FKUI/RSCM.

Ada kemungkinan memiliki gejala sisa seperti cacat, lumpuh, tuli, epilepsi, kemunduran inteligensia, hidrosefalus, cerebral palsi, vegetatif, maupun retardasi (keterbelakangan) mental.

Berkembang cepat

Gejala klinisnya berkembang sangat cepat seringkali hanya dalam beberapa jam saja. Pada bayi, gejala meningitis yang menyertai adalah demam, kejang pada tengkuk, rewel, gelisah, sulit makan, menangis terus-menerus, lemah, intensitas interaksi berkurang, dan ubun-ubun menonjol.

Pada anak, gejala meningitis yang umumnya terjadi adalah demam, kejang pada tengkuk, sakit kepala, mual, bingung, serangan mendadak, tidak suka cahaya terang, ruam di sekujur tubuh, dan menurunnya kesadaran.

Tindakan perawatan dilakukan di ruang rawat intensif. "Kalau pada bayi disebut NICU atau neonatal intensive care unit, sementara anak-anak di PICU atau pediatric intensif care unit," ujar Dr. Nita.

Pada mereka juga dilakukan pemeriksaan laboratorium dan kultur darah. Menurut Dr. Nita, pada penderita akan diambil cairan dari punggungnya untuk dibiakkan guna mengetahui bakteri yang menginfeksi. Bila obat yang diberikan sebelumnya masih belum tepat, dapat disesuaikan kemudian. Pemberian antibiotika mulai dilakukan secepatnya selama 14-21 hari.

Guna mencegah kejadian meningitis bakterial, anak mesti diberi vaksinasi rutin seperti vaksinasi Hib, Pneumokokus, dan BCG. "Sementara vaksinasi terhadap virus mump, rubella dapat mencegah anak dari meningitis virus," kata Dr. Nita.

Ini Penyebabnya

• Meningitis Viral

Meningitis viral dapat disebabkan oleh sejumlah tipe virus. Dalam situs Meningitis disebutkan sejumlah virus yang paling sering menyebabkan meningitis viral.

Enterovirus menjadi penyebab paling sering untuk meningitis viral. Kebanyakan infeksi enteroviral memberikan simtom ringan seperti sakit tenggorokan atau gejala seperti flu. Juga bisa menimbulkan demam dengan ruam yang di tahap awal diagnosis bisa menimbulkan kerancuan dengan penyakit meningococ. Virus ini juga menimbulkan penyakit tangan, kaki, dan mulut.

- Pada beberapa kasus virus mumps dan campak bisa menyebabkan meningitis. Kehadiran vaksin MMR dapat mencegah meningitis.

-Virus herpes juga bisa menyebabkan meningitis atau ensefalitis, yaitu peradangan pada otak.

Arbovirus normalnya memengaruhi hewan liar seperti burung atau tikus. Virus ini dibawa oleh nyamuk maupun kutu. Beberapa arbovirus dapat menyebabkan meningitis atau ensefalitis pada manusia. Hanya saja, virus ini tidak bisa ditularkan secara langsung antarmanusia.

• Meningitis Bakterial

Kasus meningitis bakterial tidak sesering meningitis viral. Meski demikian, penyakit ini justru lebih serius. Demikian disebutkan dalam situs WebMD. Sejumlah jenis bakteri dapat menyebabkan meningitis.

Neisseria meningitidis menyebabkan meningitis meningococ, bentuk meningitis yang sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda.

Haemophilus influenzae merupakan penyebab paling sering pada bayi dan anak-anak di bawah usia 6 tahun sebelum vaksin Hib dikenal.

Streptococcus pneumonia merupakan penyebab paling sering meningitis bakterial pada anak. Bisa terjadi bersamaan dengan infeksi telinga atau sinus maupun pneumonia.

Listeria monocytogenes merupakan bentuk bakteri yang biasa dijumpai di sekeliling kita. Tidak cenderung menginfeksi banyak orang, tetapi anak usia muda dan orang tua, termasuk wanita hamil, bisa berisiko.

Staphylococcus aureus bisa terlihat bersamaan dengan cedera kepala atau bedah otak.

Amati Gejalanya

• Meningitis Viral

Disebutkan dalam situs National Health Service, pasien akan mengalami simtom flu ringan seperti sakit kepala, demam, dan tidak enak badan. Pada kasus berat, simtomnya bisa kekakuan leher, nyeri otot atau sendi, mual, muntal, diare, dan fotofobia.

• Meningitis bakterial

Bentuk yang lebih serius dari kondisi meningitis. Simtom biasanya mendadak dan cepat memburuk.

Tanda dini meningitis bakterial meliputi nyeri pada otot, sendi, atau anggota tubuh lain seperti kaki atau tangan, tangan dan kaki terasa dingin, atau menggigil, kulit pucat, dan bibir membiru. Kondisi tersebut ditambah suhu tubuh yang tinggi (demam).

Simtom awal meningitis bakterial hampir mirip banyak kondisi lain, seperti sakit kepala hebat, demam, mual, muntal, dan perasaan tidak enak.

Ketika kondisinya kian buruk, simtom yang dirasakan berlanjut seperti mengantuk, bingung, kejang. Bisa juga tidak bisa melihat cahaya terang, kekakuan leher, napas cepat, ruam merah yang tidak hilang atau berubah warna.

Untuk mengetahui bercak merah ini bisa memudar atau tidak, lakukan tes gelas. Caranya, tekan bagian luar gelas pada bintik merah, sehingga Anda dapat melihat bila bercaknya memudar dan warnanya hilang saat ditekan. Bila warna tidak berubah, segera hubungi dokter.

Khusus untuk bayi dan anak, simtom meningitis bakterial agak berbeda, seperti tidak responsif, rewel, tidak mau digendong, tangisannya tidak biasa, menolak makan, muntah, kulit pucat, hilang nafsu makan, tatapan kosong, sangat mengantuk, dan berat untuk bangun. Bisa juga timbul pembengkakan di ubun-ubun.

Lakukan Vaksinasi

Anak, ditegaskan Dr. Soedjatmiko, berperan penting dalam penyebaran bakteri pneumokokus, salah satu bakteri penyebab meningitis bakterial. Anak juga bisa menjadi sumber penularan untuk dewasa dan dewasa tua.

Dari literatur disebutkan bahwa orang dewasa yang serumah dengan banyak anak memiliki 18-29 persen bakteri pneumokokus dalam tenggorokan dewasa sehat. Sementara di rumah yang tidak ada anak kecil, hanya 6 persen dijumpai bakteri pneumokokus pada tenggorokan orang dewasa sehat.

Beruntung kini sudah ada vaksin pencegah meningitis. Kehadiran vaksin bagi bayi dan anak membuat kejadian pneumokokus pada orang dewasa menurun.

Pemberian vaksin ini juga disebut oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjadi pencegahan yang efektif dalam menyelamatkan sekitar 3 juta jiwa di dunia setiap tahunnya. Vaksin untuk mencegah meningitis, yaitu vaksinIPD, telah menjadi vaksin yang diwajibkan di Amerika Serikat, Australia, dan Eropa, dan telah digunakan lebih dari 250 juta dosis di seluruh dunia.

Vaksinasi yang diberikan di Indonesia adalah PCV 7. PCV 7 ini merupakan satu-satunya vaksin yang membantu mencegah penyakit pneumokokus invasif pada bayi dan anak di bawah usia 24 bulan. Vaksin ini merupakan konjugasi pneumokokus yang membantu melindungi diri dari penyakit yang disebabkan oleh tujuh serotipe S. Pneumoniae itu.

"Vaksin ini efektif, aman, dan dapat menurunkan kejadian pneumonia dan meningitis hingga 94 persen," ungkap Dr. Hardiono Pusponegoro, Sp.A(K).

Vaksinasi diperlukan mengingat sudah terjadi resistensi obat antibiotika terhadap bakteri. Sayangnya, baru 0,6 persen dari semua anak Indonesia yang mendapatkan vaksinasi tersebut. Mereka ini adalah anak yang berasal dari keluarga mampu.

Padahal, penularannya lebih banyak menimpa mereka yang tidak mampu. Dengan begitu, kemungkinan untuk mengalami meningitis lebih besar.

Juga Penting bagi Calon Haji

Bukan hanya anak-anak yang harus divaksin untuk mencegah meningitis. Calon haji (calhaj) juga harus disuntik vaksin meningitis. Itu persyaratan dari pemerintah Arab Saudi.

Salah satu syarat pemberian visa haji yang diajukan pemerintah Arab Saudi adalah sertifikat vaksinasi meningitis. Arab Saudi sebenarnya bukan daerah endemi meningitis meningokokus. Namun, karena calhaj juga datang dari negara-negara yang dikenal sebagai "sabuk meningitis" di Afrika, seperti Burkina Faso, Zambia, Sudan, dan Ethiopia, mereka pun waspada.

"Pemerintah Arab Saudi tidak akan mengeluarkan visa bagi calhaj yang belum membawa sertifikat tanda sudah divaksin meningitis," kata Dra. Sri Indarawaty, M.Kes. Apt., Direktur Jenderal Bina Farmasi dan Alat-alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Syarat ini diberlakukan mengingat pada 1987 terjadi wabah meningitis meningokokus. Ada 99 kasus dan yang meninggal 40 orang. Kemudian, pada 2006-2007 tercatat 2 kasus meningitis, 1 meninggal di Arab Saudi dan 1 kasus sembuh. Pada 2007-2008, dilaporkan 1 kasus suspect dan pada 2008-2009 ada 2 suspect.

Pria subur dengan Jus Buah


Tidak sedikit orang yang memiliki masalah dengan kesuburan. Masalah kesuburan merupakan masalah yang umun dialami oleh banyak pasangan. Masalah kesuburan telah dialami oleh 2,1 juta pasangan menikah di Amerika Serikat.

Jumlah pasangan yang memiliki masalah kesuburan telah mengalami peningkatan, sedangkan perawatan yang ditawarkan oleh para dokter sangat terbatas. Oleh karena hal tersebut, banyak pasangan yang mengalami masalah kesuburan yang mencari jenis obat lain dalam rangka meningkatkan kesempatan untuk mempunyai anak.

Nutrisi memang memainkan peranan yang sangat penting dalam kesuburan. Namun, mengatasi masalah kesuburan melalui pendekatan nutrisi, justru seringkali diabaikan.

Jika tubuh kekurangan nutrisi tertentu, tubuh akan mengalami ketidakseimbangan biokimia. Proses biokimia tubuh yang unik akan mulai melambat dan tidak akan berfungsi dengan normal sampai ketidakseimbangan yang terjadi dapat diatasi.

Memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi adalah nutrisi yang baik untuk tubuh adalah salah satu hal yang paling penting yang dapat dilakukan. Jika mengonsumsi makanan yang sarat dengan kandungan gula, bahan kimia, pengawet, bahan buatan, dan lemak yang tidak sehat, dapat menyebabkan ketidaksuburan. Kebanyakan orang justru tidak menyadari dampak nutrisi bagi kesuburan tubuh.

Nutrisi memang merupakan hal yang mungkin seringkali disepelekan, tetapi sebenarnya merupakan hal yang sangat mendasari apapun yang terjadi pada tubuh. Tidak hanya masalah kesuburan saja, namun nutrisi juga dapat mendasari terjadinya berbagai penyakit
lainnya. Bagaimana bisa berharap tubuh selalu bugar dan sehat, jika tidak pernah memperhatikan nutrisi yang baik untuk tubuh kita.

Asupan unsur gizi, seperti vitamin B12, Vitamin E, vitamin C, beta karoten, lycopene, besi, seng, dan selenium sangat diperlukan baik untuk pria dan wanita. Minuman yang bergizi juga dapat membantu mengatasi masalah kesuburan.

Seperti dikutip dari Men's Health Tune Up, Senin (19/9/2011), berdasarkan hasil dari beberapa penelitian, minuman jus dari buah-buahan yang dapat membantu mengatasi masalah kesuburan pada pria, antara lain:

1. Jus buah delima
Jus delima adalah salah satu minuman yang dapat membantu mengatasi masalah kesuburan. Jus buah delima dapat meningkatkan jumlah sperma dan kesuburan seseorang.

Hal ini diyakini bahwa antioksidan yang sangat poten dapat ditemukan dalam buah delima. Antioksidan tersebut memilki manfaat dapat melindungi asam lemak dalam sperma dari kerusakan.

2. Kombinasi jus dari jambu biji dan semangka
Sebuah kombinasi dari jus jambu biji dan semangka juga dapat sangat membantu mengatasi masalah kesuburan. Kombinasi jus tersebut dapat memiliki unsur yang dibutuhkan oleh pria untuk menjadi efektif dalam reproduksi.

Lycopene yang terkandung dalam jambu biji, memiliki sifat antioksidan yang mempunyai manfaat untuk membantu mengatasi masalah kesuburan. Manfaat dari lycopene tersebut adalah dapat meningkatkan fungsi dari sistem reproduksi laki-laki.

Hal paling sederhana yang paling mudah dilakukan untuk membuat tubuh sehat dan bugar adalah dengan memperbaiki keseimbangan nutrisi untuk tubuh. Sehingga, tidak ada salahnya mencoba beberapa variasi jus buah untuk membantu mengatasi masalah kesuburan yang dialami.

Pengusir Cacing

Mengusir Cacing dengan Herbal
Hembing Mon, 11 Apr 2011 09:57:00 WIB

Infeksi cacing usus atau biasa disebut dengan cacingan umumnya banyak terjadi pada anak-anak, karena mereka tidak terlalu memperhatikan kebersihan. Namun cacingan juga dapat menyerang orang dewasa. Ada beberapa macam cacingan tergantung dari jenis cacing yang menginfeksinya, yang paling sering ditemui di dalam usus manusia yaitu cacing gelang, cacing kremi, cacing cambuk, cacing pita, dan cacing tambang. Cacing–cacing tersebut masuk ke dalam perut/usus melalui mulut,

Cacing dapat masuk ke dalam tubuh (usus) karena kurangnya menjaga kebersihan, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, pembuangan feses (kotoran manusia) di sembarang tempat, atau lalat yang hinggap di makanan. Cacing-cacing tersebut bertelur di usus dan cacing yang sudah matang dikeluarkan bersama dengan feses. Walaupun cacingan sepertinya merupakan penyakit ringan, namun cacing atau larvanya dapat menyebar dan menginfeksi organ lainnya sehingga menimbulkan gangguan penyakit yang lebih berat.

Berikut ini beberapa jenis infeksi cacing pada manusia.

1.Infeksi Cacing Kremi (Oxyuriasis)
Disebabkan oleh cacing kremi (Oxyuris vermicularis) atau disebut juga cacing kerawit, yaitu cacing kecil halus seperti benang, berwarna putih dengan panjang kira-kira 3-5 mm pada cacing jantan dan yang betina sekitar 8-13 mm. Infeksi cacing ini biasa ditemukan di daerah tropis dan sedang dengan sanitasi yang kotor, terjadi pada anak-anak yang berumur sekitar 5-14 tahun terutama dengan kebiasaan memasukan tangan ke dalam mulut. Jenis cacing ini akan memakan isi usus, cacing betina pindah dan bertelur di usus sebelah bawah (sekitar anus). Telur–telurnya akan merayap keluar menuju dubur sehingga menimbulkan rasa gatal. Bila digaruk dengan tangan akan menempel di ujung kuku dan dapat masuk ke dalam mulut ketika memasukan makanan. Gatal terutama pada malam hari sehingga mengganggu tidur, juga menyebabkan iristasi kulit, pada anak perempuan kadang terjadi radang vagina.

2.Infeksi cacing Gelang (Ascariasis)
Penyakit cacingan yang disebabkan oleh infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) yang hidup dalam usus halus manusia. Cacing ini tergolong jenis cacing besar, berukuran sekitar 20-30 cm, berwarna merah dadu dan putih. Telur-telur cacing gelang keluar dari tubuh manusia bersama dengan kotoran (feses). Cacing gelang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi feses manusia, misalnya melalui lalat yang menghinggapi makanan atau sayur yang terkontaminasi telur cacing gelang yang tidak dicuci dengan bersih.
Gejala atau tanda terinfeksi cacing gelang yaitu perut terasa tidak enak, lesu, tidak napsu makan, muka pucat, mual, badan kurus, dan perut buncit. Fesesnya encer, kadang bercampur lendir dan darah, cacing tampak keluar dalam feses. Larva cacing gelang dapat masuk melalui pembuluh darah atau limfe, bila menyerang paru-paru dapat menyebabkan radang paru dan batuk. Sedangkan cacing gelang yang dewasa dapat bermigrasi ke usus buntu hingga menyebabkan radang usus.

3.Infeksi Cacing Pita (Taeniasis)
Cacing pita (Taenia sp.) bentuknya panjang pipih menyerupai pita, kepalanya kecil dan mempunyai kait untuk melekatkan diri pada dinding usus. Cacing pita mempunyai banyak jenis, tetapi ada tiga yang biasa dikenal yaitu cacing pita daging, cacing pita ikan dan cacing pita babi. Jenis cacingan ini disebabkan pengkonsumsian daging (terutama sapi dan babi) yang mengandung cacing pita dan memasaknya kurang matang.
Gejala atau tanda terinfeksi cacing pita antara lain : perut terasa mulas dan mual, kadang perih dan tajam menusuk-nusuk tetapi akan hilang sesudah makan. Selain itu muka pucat, pusing, kurang nafsu makan, dan feses berlendir.

Pencegahan
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari infeksi cacing usus, antara lain :
- jagalah kebersihan pribadi, makanan dan lingkungan dengan baik
- mencuci tangan dengan bersih terutama sebelum makan dan setelah buang air besar,
- menggunting kuku dan hindari kebiasaan menggigit kuku
- cuci sayur dengan bersih dan masak daging hingga benar-benar matang
- sediakan fasilitas jamban yang memadai, jangan buang air besar sembarangan
- sebaiknya anak-anak diberi obat cacing setiap 6 bulan sekali

Herba untuk memberantas Cacingan
Selain dengan obat modern, cacingan juga dapat dilawan dengan obat alami dari herba/tumbuhan obat yang berkhasiat sebagai anthelminthik (anti-cacing), antara lain adalah biji pinang (Areca catechu), biji wudani (Quisqualis indica), kulit dan akar delima (Punica granatum), biji labu kuning (Cucurbita moschata), temu giring (Curcuma heyneana), biji dan akar pepaya (Carica papaya), bawang putih (Alium sativum), ketepeng (Cassia alata), mindi kecil (Melia azedarach). Secara empiris (pengalaman) berbagai tumbuhan obat tersebut efektif mengatasi cacingan, diantaranya juga telah dilakukan penelitian dan terbukti mengandung senyawa aktif yang berkhasiat anthelminthik.
Pada biji pinang mengandung arekolin yaitu salah satu alkaloid yang berfungsi sebagai obat cacing. Kulit buah dan akar delima mengandung alkaloid dan tanin yang berkhasiat anthelminthik terutama pada cacing gelang dan cacing pita. Senyawa potassium quisqualata yang terkandung pada buah wudani dapat membunuh cacing usus. Komponen aktif lainnya yang berkhasiat anthelminthik adalah glukosida cacirin yang terkandung dalam buah pepaya, cucurbitin pada biji labu kuning, diallil disulfida pada bawang putih, serta toosendanin yang terkandung pada kulit batang dn kulit akar mindi.

Berikut beberapa contoh resep herbal untuk mengatasi cacingan.

Resep 1.
15 gram biji pinang kering di tumbuk + 60 gram biji labu kuning yang kering ditumbuk + 15 gram kulit delima kering. Semua bahan direbus dengan 600 cc air (dengan api kecil) hingga tersisa 200 cc, disaring, setelah dingin airnya diminum. (untuk semua jenis cacing).

Resep 2.
Biji wudani disangrai sampai matang, lalu dimakan dengan dikunyah ½ jam sebelum makan. Anak kecil 3-15 biji sehari, dewasa 15-30 biji sehari, dibagi untuk 3 kali makan. Lakukan berturut-turut selama 15 hari (satu keur). Setelah satu bulan dimakan satu keur lagi. (untuk cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang, cacing cambuk).

Resep 3.
20 gram temu giring segar + 15 gram temu hitam segar + 2 siung bawang putih, dicuci dan didihaluskan atau diblender dengan menambahkan 100 cc air hangat, disaring, diminum pada pagi hari setengah jam sebelum makan. (untuk cacing kremi dan cacing gelang)

Catatan : pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. untuk perebusan gunakan panci enamel, peruk tanah, panci kaca/pyrex. ***

Pemecah Lemak alami

Jakarta, Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membakar lemak berlebih di dalam tubuh. Tapi ada nutrisi tertentu yang bisa dikonsumsi untuk membantu membakar lemak secara alami. Salah satu nutrisi ini adalah buah grapefruit(jeruk khas daaerah tropis).

Peneliti dari Hebrew University of Jerusalem mempelajari senyawa flavonoiddi dalam grapefruit yaitu naringenin. Senyawa ini diketahui bisa membantu tubuh memecah lemak dan mengurangi kolesterol jahat.

Peneliti menemukan naringenin ini bisa mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh sebesar 42 persen dan sensitivitas insulin meningkat hingga 64 persen setelah diberikan naringenin murni setengah jam setelah makan.

"Senyawa ini meningkatkan aktivitas protein yang mengontrol ratusan enzim dalam hati. Enzim ini memecah beberapa asam lemak dari makanan dan lemak Anda sendiri yang tersimpan, sehingga bisa membantu melawan obesitas," ujar Yaakov Nahmias, PhD, seperti dikutip dari Menshealth.com, Selasa (18/10/2011).

Nutrisi lain yang patut dipertimbangkan adalah mengonsumsi teh hijau. Sebuah penelitian di Jepang menemukan konsumsi 690 mg katekin dari teh hijau setiap hari selama 12 minggu bisa menurunkan 2 persen lemak yang ada di tubuh.

Hal ini kemungkinan karena katekin mampu meningkatkan metabolisme di dalam tubuh. Sampai saat ini para ahli mengungkapkan bahwa katekin bisa dikonsumsi sampai 800 mg setiap harinya.

Selain itu grapefruit dan teh hijau, ada pula nutrisi lain yang bisa dikonsumsi untuk membantu membakar lemak dalam tubuh yaitu:

1. Pir, laporan dari studi University of Rio de Janeiro yagn dipublikasikan dalam jurnal Nutrition menemukan konsumsi 3 buah pir sehari bisa membantu menurunkan berat badan karena kaya akan serat dan mencegah seseorang makan berlebihan.

2. Kacang almond, studi yang hasilnya dipublikasikan dalam International Journal of Obesity menemukan konsumsi segenggam almond setiap hari selama 6 bulan bisa membantu menghilangkan 18 persen lemak dalam tubuh partisipan.

3. Kacang-kacangan yang mengandung pati tahan cerna (resistant starch) karena bisa menjadi pembakar lemak kuat, seperti kacang merah. Studi dari University of Colorado menemukan kacang-kacangan dan makanan laut yang kaya pati resisten bisa membakar lemak tubuh hingga 25 persen.