Selasa, 18 Oktober 2011

Infeksi Ginjal (Pyelonefritis) dengan Herbal


Ginjal merupakan bagian utama dari sistem saluran kemih yang terdiri atas organ-organ tubuh yang berfungsi memproduksi maupun menyalurkan air kemih (urine) ke luar tubuh. Berbagai penyakit dapat menyerang komponen-komponen ginjal, antara lain yaitu infeksi ginjal.

Infeksi ginjal atau pyelonefritis merupakan peradangan pada jaringan ginjal, pada infeksi akut terjadi secara mendadak. Pyelonefritis akut merupakan salah satu penyakit ginjal yang sering ditemui. Gangguan ini tidak dapat dilepaskan dari infeksi saluran kemih. Umumnya bakteri yang menginfeksi ginjal berasal dari luar tubuh yang masuk melalui saluran kemih bagian bawah (uretra), merambat ke kandung kemih, lalu ke ureter (saluran kemih bagian atas yang menghubungkan kandung kemih dan ginjal) dan tibalah ke ginjal, yang kemudian menyebar dan dapat membentuk koloni infeksi dalam waktu 24-48 jam. Infeksi bakteri pada ginjal juga dapat disebarkan melalui alat-alat seperti kateter dan bedah urologis. Bakteri lebih mudah menyerang ginjal bila terdapat hambatan atau obstruksi saluran kemih yang mempersulit pengeluaran urin, seperti adanya batu atau tumor.

Sebagian besar infeksi ginjal maupun saluran kemih disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Selain itu, bakteri Pseudomonas aerugenosa, Staphylococcus aureus dan Streptococcus faecalis juga dapat menyebabkan infeksi. Bakteri-bakteri tersebut hidup dalam usus besar dan dalam keadaan normal dapat ditemukan di feses. Sehingga diduga sumber infeksi umumnya berasal dari anus, sebab tempat kedua lubang pelepasan tersebut berdekatan.

Infeksi ginjal lebih sering terjadi pada wanita, hal ini karena saluran kemih bagian bawahnya (uretra) lebih pendek dibandingkan laki-laki, dan saluran kemihnya terletak berdekatan dengan vagina dan anus, sehingga lebih cepat mencapai kandung kemih dan menyebar ke ginjal. Insiden penyakit ini juga akan bertambah pada wanita hamil dan pada usia di atas 40 tahun. Demikian pula, penderita kencing manis/diabetes mellitus dan penyakit ginjal lainnya lebih mudah terkena infeksi ginjal dan saluran kemih.

Gejala pada infeksi ginjal akut memperlihatkan tanda-tanda yang jelas dan berkembang dengan cepat, seperti nyeri pingggang di daerah ginjal, air kemih seperti berawan dan berbau amis, sakit kepala, demam, menggigil, mual, muntah, terasa lemah dan lelah, napsu makan berkurang. Karena infeksi ginjal umumnya disertai infeksi saluran kemih, maka sewaktu buang air kecil terasa sakit dan panas seperti terbakar dan anyang-anyangan. Berbeda dengan infeksi ginjal akut, infeksi yang kronis hampir tidak menunjukkan gejala, paling demam, sakit pinggang dan sakit perut yang tidak begitu nyata. Penyakitnya baru diketahui jika dilakukan pemeriksaan darah, urin atau ginjalnya dirontgen. Baru pada masa akhirnya ginjal menjadi rusak dan menyusut hingga dapat terjadi gagal ginjal.
Infeksi ginjal akut setelah diobati beberapa minggu biasanya akan sembuh tuntas. Namun residu infeksi bakteri dapat menyebabkan penyakit kambuh kembali terutama pada penderita yang kekebalan tubuhnya lemah seperti penderita diabetes atau adanya sumbatan/hambatan aliran urin misalnya oleh batu, tumor dan sebagainya.

Untuk membantu perawatan infeksi ginjal, berikut beberapa hal yang harus dilakukan :
- minumlah banyak air (sekitar 2,5 liter ) untuk membantu pengosongan kandung kemih serta kontaminasi urin.
- Perhatikan makanan (diet) supaya tidak terbentuk batu ginjal
- banyak istirahat di tempat tidur
- terapi antibiotika

Untuk mencegah terkena infeksi ginjal adalah dengan memastikan tidak pernah mengalami infeksi saluran kemih, antara lain dengan memperhatikan cara membersihkan setelah buang air besar, terutama pada wanita. Senantiasa membersihkan dari depan ke belakang, jangan dari belakang ke depan. Hal tersebut untuk mencegah kontaminasi bakteri dari feses sewaktu buang air besar agar tidak masuk melalui vagina dan menyerang uretra. Pada waktu pemasangan kateter harus diperhatikan kebersihan dan kesterilan alat agar tidak terjadi infeksi.

Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan infeksi ginjal mempunyai khasiat sebagai antiradang, antiinfeksi, menurunkan panas, dan diuretik (peluruh kemih). Tumbuhan obat yang dapat digunakan, antara lain :
1.Kumis kucing (Ortthosiphon aristatus)
2.Meniran (Phyllanthus urinaria)
3.Sambiloto (Andrographis paniculata)
4.Pegagan (Centella asiatica)
5.Daun Sendok (Plantago major)
6.Akar alang-alang (Imperata cyllindrica)
7.Rambut Jagung (Zea mays)
8.Krokot (Portulaca oleracea)
9.Jombang (Taraxacum mongolicum)
10.Rumput mutiara(Hedyotys corymbosa)

Berikut beberapa resep dari herbal untuk mengtasi infeksi ginjal.
Resep 1.
60 gram tumbuhan kumis kucing yang segar + 30 gram daun sendok segar + 30 gram rumput mutiara segar, dicuci bersih, lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari.
Resep 2.
30 gram meniran segar + 60 gram akar alang-alang segar + 30 gram pegagan segar, dicuci bersih, lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
Resep 3.
20 gram sambiloto segar + 60 gram krokot segar + 60 gram rambut jagung segar, dicuic bersih, lalu direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

Catatan : 
- pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur.
- apabila menggunakan bahan-bahan kering, gunakan takaran setengahnya (misalnya : 30 gram pegagan segar kalau yang kering gunakan 15 gram)
- untuk perebusan gunakan panci enamel, peruk tanah, panci kaca/pyrex.

*************
Sumber: hembing

Batu Empedu Vs Herbal


Kandung empedu adalah salah satu organ tubuh yang kecil dan berotot yang berbentuk kantong tempat menyimpan cairan empedu yang merupakan campuran dari asam-asam, garam kalsium, pigmen bilirubin dan kolesterol. Kandung empedu pada malam hari akan diisi dengan empedu yang dihasilkan oleh hati, dan akan dikeluarkan pada pagi harinya ketika sarapan. Kandung empedu dapat mengalami gangguan, yang paling sering terjadi adalah pembentukan batu. Selain di kandung empedu, kadang-kadang batu (calculi) dapat juga terbentuk dalam saluran empedu tetapi jarang terjadi.

Batu empedu disebabkan karena oleh perubahan secara kimiawi pada empedu seseorang. Batu empedu kebanyakan terbentuk dari kolesterol yang larut dalam empedu. Selain itu dapat juga terbentuk dari campuran kolesterol dan bilirubin (pigmen empedu), atau campuran kalsium dan bilirubin. Faktor lain terjadinya pembentukan batu empedu adalah adanya unsur-unsur yang mempermudah terjadinya kristalisasi. Terbentuknya batu biasanya karena empedu terlalu lama di simpan dalam kantung empedu, kemudian batu tersebut dapat berjalan ke saluran empedu dan menyangkut di sana.

Bentuk dan ukuran batu empedu bermacam-macam. Batu empedu yang terbentuk dari kristal kolesterol berwarna kuning dan mengkilat. Batu yang terbentuk dari pigmen bilirubin biasanya berwarna hitam dan keras atau berwarna coklat tua tetapi rapuh. Ukuran batu empedu rata-rata berdiameter sekitar 1-2 cm.

Batu empedu yang tinggal diam tidak menimbulkan gejala apa-apa. Namun apabila batu tersebut menyumbat saluran empedu atau mengakibatkan peradangan pada kantung empedu akan menimbulkan serangan hebat yang sakit sekali. Gejala yang biasa ditimbulkan antara lain dimulai dengan nyeri akut yang hebat pada bagian atas kanan perut yang menjalar ke punggung. Umumnya serangan batu empedu sering timbul pada malam hari atau sesudah makan terutama sewaktu mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi. Makanan yang mengandung lemak tersebut dapat memicu hormon menstimulasi kantong empedu sehingga berkontraksi dan memaksa empedu yang tersimpan di dalamnya keluar dan masuk usus halus. Namun karena ada batu yang menghambat aliran empedu, kantung empedu berkontraksi dengan kuat sehingga timbul rasa nyeri yang hebat. Gejala lainnya yaitu gangguan pencernaan, mual, muntah, gas dalam perut, sendawa, kolik, berkeringat, kedinginan, suhu badan agak tinggi dan feses berwarna coklat. Batu yang terdapat pada saluran empedu dapat menyumbat dan menghambat aliran empedu sehingga dapat menyebabkan penyakit kuning dan memungkin infeksi menjalar ke hati. Pecahan batu empedu dapat menyebabkan iritasi pada dinding kandung empedu dan saluran empedu sehingga terjadi infeksi dan peradangan.

Penyakit batu empedu lebih sering diderita oleh wanita sampai pada usia 50 tahun. Di atas usia tersebut, pria dan wanita mempunya risiko yang sama untuk menderita batu empedu. Semakin bertambahnya usia semakin besar kemungkinan orang untuk terserang batu empedu. Wanita yang mengalami lebih dari 2 kali kehamilan juga mempunyai risiko yang lebih tinggi terkena batu empedu.

Diet yang harus diperhatikan oleh penderita batu empedu antara lain yaitu : 
  • Mengurangi makanan berlemak untuk mencegah serangan,
  • Hindari makanan yang digoreng, daging kambing, daging babi, bumbu-bumbu yang merangsang serta makanan yang kadar gulanya tinggi.
  • Hindari makanan yang menimbulkan gas seperti kol, sawi, lobak, ketimun, ubi, nangka, durian serta minuman yang mengandung soda dan alkohol
  • Minum jus apel dan lemon secara teratur.
Jenis herbal/tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk terapi pengobatan batu empedu diantaranya mempunyai khasiat membantu menghancurkan batu kandung empedu, antiradang (anti-inflamasi), membantu meredakan rasa sakit (analgetik), menurunkan panas (antipiretik). Bebeberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk terapi pengobatan batu empedu antara lain :
1. Kejibeling (Strobilanthes crispus Bl.)
2. Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus Miq.)
3. Daun Sendok (Plantago mayor L.)
4. Tempuyung (Sonchus arvensis L.)
5. Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.)
6. Tongkol dan rambut jagung (Zea mays L.)
7. Kunyit (Curcuma longa L.)
8. Gempur batu (Borreria hispida Schum.)

Berikut ini beberapa contoh resep herbal yang dapat digunakan untuk membantu pengobatan batu empedu :
Resep 1.
30 gram daun kejibeling segar + 15 gram daun ungu segar + 100 gram rambut jagung, dicuci dan direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

Resep 2.
30 gram daun kumis kucing kering atau 60 gram segar + 7 tongkol jagung muda yang belum ada bijinya + 30 gram kunyit (dipotong-potong), dicuci dan direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

Resep 3.
30 gram daun tempuyung segar + 30 gram daun sendok segar + 15 gram daun sambiloto segar, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali minum 200 cc.

Catatan : 
- pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. disarankan untuk tetap konsultasi ke dokter.
- Untuk perebusan gunakan periuk tanah, panci enamel, atau panci pyrex.
- Apabila menggunakan bahan/herbal kering gunakan separuh dari bahan segar ( misal 30 gram daun sendok segar = 15 gram daun sendok kering)
Sumber: hembing

Terapi Herbal untuk Hipertensi


TERAPI JUS UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI)
Hembing Fri, 06 Jun 2008 10:16:00 WIB
Hipertensi atau tekanan darah tinggi termasuk penyakit yang tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda yang jelas sebelum adanya perubahan pada pembuluh darah di jantung, otak atau ginjal. Oleh karena itu banyak orang yang tidak menyadari kalau menderita hipertensi, mereka baru mengetahuinya ketika dokter mengukur tekanan darahnya saat cek kesehatan atau keluhan penyakit lain. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila nilai tekanan darah sistoliknya di atas 140 mm Hg dan diastoliknya di atas 90 mm Hg. Penyakit ini menyerang satu dari sepuluh orang dewasa dalam hidupnya.

Tekanan darah tinggi sering disebut juga dengan ‘silent killer” karena jarang menunjukkan tanda-tanda dan jika diderita dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi. Secara extrem tekanan darah tinggi dapat merusak bagian dalam dari arteri yang kecil, kemungkinan dapat menyebabkan pembekuan darah. Jika hal ini terjadi maka dapat menyebabkan serangan jantung (jika terjadi pada jantung), kebutaan (jika terjadi pada retina mata), gagal ginjal (jika pembekuan darah terjadi di ginjal), dan stroke (jika pembekuan darah terjadi di otak). Stroke juga dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah akibat hipertensi sehingga mengakibatkan pendarahan di otak.

Sekitar 90-95% hipertensi tidak diketahui penyebabnya secara pasti, keadaan tersebut disebut juga hipertensi esensial. Sedangkan sisanya yaitu sekitar 5-10% diketahui penyebabnya yang disebut juga hipertensi sekunder. Hipertensi sekunder antara lain disebabkan oleh penyakit parenkim ginjal, pembuluh darah ginjal, akibat pemakaian obat, kelainan endokrin, dan lain-lain.

Ada beberapa faktor risiko yang dapat memperberat hipertensi, antara lain : stres, obesitas/kegemukan, makanan yang banyak mengandung garam, kolesterol tinggi, makanan yang diawetkan, daging kambing, buah durian, rokok, kopi, riwayat keluarga/genetik dan usia. Selain usia dan faktor genetik, faktor lainnya dapat dikendalikan atau dihindari dengan pengontrolan pola hidup sehat, seperti :
  • diet rendah garam dan rendah lemak
  • berhenti merokok dan minum alkohol
  • menghindari stres dan berolahraga sesuai kebutuhan
  • menurunkan berat badan bagi yang kegemukan
Konsumsi makanan yang mengandung mineral kalium dan magnesium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah
Banyak penderita hipertensi yang bosan minum obat penurun tekanan darah karena menimbulkan ketergantungan, apabila tidak minum obat tensinya tetap tinggi. Selain itu faktor efek samping yang ditimbulkan pada obat yang harganya murah sedangkan obat yang mahal banyak penderita yang tidak sanggup lagi membelinya. Karena berbagai alasan tersebut, penderita hipertensi mencari cara pengobatan lain yang lebih ekonomis namun minim efek samping yaitu melalui pengobatan alamiah dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti buah, sayuran dan herbal.

Buah dan sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, serat dan zat-zat berkhasiat lainnya yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Selain untuk meningkatkan kesehatan, buah dan sayuran juga banyak dimanfaatkan untuk terapi pengobatan. Kandungan mineral, vitamin, karotenoid, dan komponen lainnya yang terdapat pada buah dan sayuran diantaranya berkhasiat sebagai antioksidan untuk mencegah kanker, mengatasi gangguan pencernaan, menurunkan kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi antara lain seledri, ketimun, labu siam, selada air, lobak, tomat, belimbing wuluh, belimbing manis, semangka, wortel, pisang, apel, dan kiwi.

Berikut beberapa contoh terapi jus untuk menurunkan tekanan darah tinggi 

1. Bahan :
200 gram labu siam
200 gram ketimun
Cara membuat : kedua bahan dicuci dan dipotong-potong, dimasukkan ke dalam juicer, airnya/sarinya diminum.

2. Bahan : 
100 gram Seledri jenis kecil
100 gram selada air
100 cc air dingin
Cara membuat : semua bahan dicuci dan dimasukkan ke dalam juicer atau diblender dan disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari, pagi dan sore hari.

3. Bahan :
250 gram belimbing manis yang matang
250 gram semangka
Cara membuat : semua bahan dijus, airnya diminum. lakukan secara teratur 2 kali sehari.

4. Bahan :
250 gram wortel
50 gram seledri
2 siung bawang putih
100 cc air dingin
Cara membuat : semua bahan dijus atau diblender dan disaring, airnya/sarinya diminum.

5. Bahan :
100 gram pisang ambon
150 gram tomat
150 gram jeruk mandarin
100 cc air dingin
Cara membuat : semua bahan diblender, diminum.

6. Bahan :
2 buah mengkudu matang
Cara membuat : mengkudu dijus, sarinya diminum.

7. Bahan :
60 gram pegagan segar
100 cc air matang
Cara membuat : pegagan dicuci bersih, diblender hingga halus, disaring. Diminum airnya.

Catatan : pilih salah satu resep/terapi jus dan lakukan setiap hari secara teratur. resep dapat diganti-ganti.

***
Sumber: hembing

Memadupadankan Makanan


Mengombinasi rupa-rupa makanan yang mau kita santap dalam waktu bersamaan ternyata ada aturannya. Bila asal memadukan, malah bisa saling menghambat zat aktif di dalamnya. Akibatnya efek sehat yang diinginkan tak bakal didapat. Minum es teh manis seusai bersantap siang, misalnya, merupakan cara keliru yang hampir setiap hari mudah kita temukan atau malah kita lakukan juga. Apanya yang salah? Aturan konsumsi seperti apa yang benar?

Zat Besi vs Tanin/Kafein

Zat besi sangat kita perlukan untuk membentuk hemoglobin, fungsi otot, fungsi otak, fungsi jantung, mengatur suhu tubuh, mengangkut oksigen ke seluruh sel-sel tubuh, menjaga daya tahan tubuh, mengatasi anemia dan insomnia. Sumber terbaik zat besi di antaranya kacang kedelai, sayuran hijau, bayam, kecambah, buncis, brokoli, daging, udang, sardin, tiram, hati, dll.

Tanin yang antara lain terkandung di dalam teh dan anggur juga bermanfaat karena bersifat antiperadangan, antibakteri, antiviral, antiparasit, dan dapat menghambat pembiakan virus HIV.

Sayangnya, tanin akan menghambat penyerapan zat besi. Jika makanan sumber zat besi dikonsumsi berbarengan dengan minuman atau makanan sumber tanin, bisa membuat tubuh kekurangan zat besi.

Apa saja penghambat penyerapan zat besi?
• Kafein, terkandung dalam cokelat, kopi, softdrink, dll.
• Fosfat, terdapat dalam minuman bersoda, permen jenis tertentu, es krim, daging olahan.
• Polifenol atau fitat, seperti dalam selai kacang, teh, kopi, jus anggur, anggur merah, oregano.
• Kalsium, terdapat dalam susu, keju, dll.
• Peptida yang ada dalam kedelai dan produk olahannya.
• Obat-obatan jenis aspirin dan antasida.
• Sereal tinggi serat yang tidak diperkaya zat besi.

Yang membantu penyerapan zat besi:
• Vitamin C, bisa dari tomat, jeruk, cabai, anggur putih, stroberi.

Jadi, jangan minum teh, kopi, soda, ketika atau setelah mengonsumsi makanan sumber zat besi terutama jenis nonheme (nabati). Penyerapan zat besi heme (hewani) tidak terlalu terpengaruh oleh tanin dari teh. Makanan atau minuman kaya vitamin C juga dapat membantu menetralkan efek tanin.

Yang terbaik tentu minum air putih atau jus jeruk dan buah lain sumber vitamin C (tanpa gula), ketika atau sesudah bersantap menu utama.

Kalsium vs Oksalat

Selain menguatkan tulang mineral, kalsium punya andil dalam menjaga berat badan, menyehatkan jantung, otot, dan persarafan, meringankan sindroma pramenstruasi, dan mencegah kanker kolon. Kalsium terkandung dalam susu dan produk olahannya, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli, tahu, ikan teri, dll.

Oksalat merupakan asam organik yang terdapat di tubuh kita, dalam makanan hewani maupun nabati. Kelebihan oksalat di tubuh bisa menyebabkan batu ginjal. Oksalat bisa dijumlah di dalam bir, susu kedelai, susu coklat, buah asam, lemon, anggur ungu, timun, seledri, terung, bit, okra, peterseli, bayam, biji wijen, dll.

Bila makanan tinggi oksalat dikonsumsi bersama makanan atau minuman sumber kalsium, penyerapan kalsium oleh tubuh akan menemui hambatan.

Apa saja penghambat penyerapan kalsium?
• Sodium atau natrium (garam) meningkatkan pengeluaran kalsium bersama urin, sehingga tidak optimal diserap tubuh.
• Obat jenis kortikosteroid menghambat penyerapan kalsium.
• Oksalat akan mendorong hilangnya kalsium dari dalam tubuh.
• Sulfat akan meningkatkan pengeluaran kalsium lewat urin.
• Fosfat/fosfor, terkandung dalam soda dan makanan olahan.
• Serat tak larut dapat menghambat penyerapan kalsium.
• Alkohol menghambat enzim yang dapat mengaktifkan vitamin D, sehingga penyerapan kalsium terganggu.
• Merokok, stres, kurang olahraga membuat tubuh tak efektif menyerap kalsium.

Yang membantu penyerapan kalsium:
• Vitamin D, terdapat dalam kuning telur, minyak ikan, hati, sinar matahari.
• Magnesium, terdapat dalam kacang merah, polong, keju cottage, dll. Tanpa magnesium, kalsium dapat tertimbun di dalam jaringan halus dan menyebabkan artritis. Menjadi sehat jika kalsium terserap ke dalam darah dan tulang.
• Vitamin C, E, K, boron.
• Olahraga juga membantu tubuh menyerap kalsium.

Supaya penyerapan kalsium optimal, hindari konsumsinya bersamaan dengan makanan kaya oksalat. Sebaliknya, padu padakan dengan sumber magnesium, vitamin D, vitamin C, dan nutrisi lain yangg membantu penyerapannya.

Obat vs Teh/Susu

Ada orang yang baru bisa menelan obat jika dibantu segelas teh manis atau susu. Cara ini akan membuat percuma obat yang dikonsumsi karena teh dan susu dapat menghambat penyerapan komponen tertentu di dalam obat, misalnya zat besi dann antibiotika tetrasiklin.

Air putih yang paling netral untuk menghantarkan obat-obatan ke tubuh kita, agar memperoleh manfaatnya. Jika ingin minum teh, kopi, atau susu, tunggu setidaknya satu jam setelah minum obat.

Sebaiknya minum obat juga tidak dilakukan segera setelah sarapan, tetapi tunggu sedikitnya satu jam kemudian. Jika malam biasa minum susu sebelum tidur, usahakan mengonsumsi obatnya satu jam sebelumnya.

Antioksidan vs Susu

Antioksidan adalah sahabat dan pelindung sel-sel tubuh kita dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga dapat mencegah kanker, aterosklerosis, artritis rematoid, alzheimer, dll. Antioksidan terbentuk dari komponen vitamin A, betakaroten, likopen, vitamin E, vitamin C, polifenol, dll. Antioksidan banyak terdapat dalam buah-buahan, sayuran, teh hijau, dll.

Secara alami tubuh memproduksi radikal bebas, misalnya sebagai sisa metabolisme. Namun, kondisi tersebut juga diperparah oleh kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, polusi udara, infeksi, stres, radiasi, asbes, paparan sinar matahari.

Para peneliti di Jerman menemukan bahwa protein di dalam susu yang disebun kasein akan mengikat antioksidan (dalam penelitian menggunakan antioksidan dari teh dan bluberi), sehingga tidak efektif dalam membantu memelihara kesehatan tubuh.

Itu sebabnya kita mesti hati-hati mengombinasikan makanan. Jadi minum teh yang kaya antioksidan sebaiknya tidak lagi dicampur susu. Salad bebuahan dan sayuran sumber antioksidan juga jangan lagi ditaburi keju atau susu, supaya antioksidannya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh tubuh.
Sumber: Senior

Khasiat Pegagan


Di Indonesia, pegagan sejak zaman dahulu digunakan sebagai obat untuk mengatasi penyakit kulit, gangguan saraf, memperbaiki peredaran darah, wasir, demam, pembengkakan hati, bisul, darah tinggi, menambah daya ingat, mengobati campak, amandel, sakit perut, dan kurang nafsu makan. Masyarakat Sunda telah lama pula memanfaatkannya sebagai lalapan.

Di berbagai negara, pegagan sudah secara turun-temurun digunakan sebagai obat tradisional. Di India dan Afrika, pegagan dipakai untuk mengobati penyakit lepra atau kusta.

Perancis sudah menetapkan pegagan sebagai tanaman obat sejak tahun 1884. Daun pegagan juga ditetapkan sebagai obat dalam farmakop di Belanda, Meksiko, Spanyol, Venezuela, dan India. Tangkai pegagan pun telah lama diresmikan sebagai bahan obat di Cina.

Tanaman pegagan atau antanan atau kaki kuda ini (Centella asiatica L.) berasal dari Asia tropis. Tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan India, lalu ke Cina, Jepang, Australia, dan lainnya.

Dalam bahasa Inggris, pegagan disebut broken copper coin, button gas, small-leaved horsehoof grass, Indian pennywort, asya sutasi, brahmi, marsh penny, white rot, buabok. Dalam bahasa Belanda, pegagan disebut indische waternavel atau paardevoet. Sebutan lain gotu kalo (India) dan ji xue cao (Cina).

Antioksidan

Pegagan mengandung asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoiside, brahminoside, brahmic acid, madasitic acid, hydrocotyline, mesoinositol, centellose, caretenoids, garam mineral, zat pahit vellarine, dan zat samak.

Diduga senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside berperan dalam aktivitas penyembuhan penyakit, yaitu bersifat antilepra (kusta). Pegagan juga mempunyai kemampuan antioksidan sebesar 88 persen dalam 100 mg/ml ekstrak metanol.

Pegagan juga dapat diandalkan sebagai bahan pangan. Kadar airnya cukup tinggi dan mengandung betakaroten, vitamin B1, B2, B3, dan C. Mineral yang dikandung pegagan adalah kalsium, fosfor, magnesium, mangan, besi, natrium, seng, dan tembaga.

Melebihi ginseng

Kini di Indonesia telah banyak beredar produk olahan herbal dari pegagan. Salah satunya teh herbal dalam bentuk seduh daun celup. Beberapa komponen aktifnya juga telah tersedia dalam bentuk kapsul.

Di Australia telah dibuat obat bernama "Gotu Kola" yang bermanfaat sebagai antipikun dan antistres. Di Indonesia, pegagan telah banyak dimanfaatkan sebagai obat untuk penyembuhan HIV melalui peningkatan ketahanan tubuh pasien.

Di Cina, pegagan bermanfaat untuk memperlancar sirkulasi darah. Pegagan bahkan dianggap lebih bermanfaat dibandingkan dengan ginko biloba atau ginseng Korea.

Secara empiris, pegagan bermanfaat sebagai penyembuh radang, reumatik, asma, wasir, tuberkulosis, lepra, disentri, demam, pembengkakan lever, bisul, darah tinggi, campak, amandel, penambah selera makan, (Muhlisah, 1995). Pegagan yang manis juga
bersifat mendinginkan, berfungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretik), menghentikan perdarahan (haemostatika), meningkatkan saraf memori, antibakteri, tonik, antikejang, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi (Lasmadiwati et. al., 2003).

Manfaat lainnya, untuk pengobatan sariawan mulut (afthae), infeksi saluran kencing, susah kencing, lever bengkak, mata merah bengkak, campak, penyakit kulit, sakit perut (maag), radang usus, batuk asma dan bronkitis, peluruh air seni, obat kumur, borok atau luka, sakit kepala, menambah nafsu makan, cacingan, kesemutan. Pegagan juga meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises dan salah urat, stamina tubuh, serta menurunkan gejala stres dan depresi.

Fungsi lainnya, memperbaiki dan menguatkan sel-sel kulit, merangsang pertumbuhan kuku, rambut, dan jaringan ikat. Kandungan saponinnya dapat menghambat produksi jaringan yang berlebihan pads bekas luka, sehingga menghambat keloid.

Obat antilupa

Kandungan triterpenoid pegagan dapat merevitalisasi pembuluh darah, sehingga peredaran darah ke otak menjadi lancar, berefek menenangkan dan meningkatkan fungsi mental. Asiaticoside berfungsi memperbaiki dan menguatkan sel-sel kulit, stimulasi pertumbuhan kuku, rambut, jaringan ikat, menstimulasi sel darah dan sistem imun, serta antibiotik alami.

Secara umum, pegagan berkasiat sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi sel hati dari kerusakan akibat racun dan zat berbahaya. Tuberkulosis bisa teratasi dengan hebal pegagan berkat adanya zat asiaticoside yang aktif melawan basil tuberkulosis (Yusuf, 2005).

Vallerin, suatu zat cair berwarna kuning dalam pegagan, juga bersifat antilepra. Kandungan glikosida saponin brahmosida pada pegagan menunjukkan khasiat antiradang. Adanya kalium yang relatif tinggi pada pegagan memberikan efek diuretik, sehingga bisa memberi efek hipotensif atau menurunkan tekanan darah (Yusuf, 2005).

Tak kalah penting, pegagan bisa dikonsumsi sebagai brain tonic atau obat antilupa bagi orang dewasa dan lanjut usia. Berdasarkan pengakuan Agora Health Publishing, pegagan tergolong the most powerful healing herbs atau tanaman obat paling mujarab.

Julukan itu didapat setelah melalui uji klinis pegagan terbukti bisa merevitalisasi pembuluh darah, sehingga peredaran darah ke otak menjadi lancar. Dengan demikian, ada penambahan kapasitas kerja neurotransmitter di otak yang berfungsi untuk mengingat dan belajar. Dengan kata lain, pegagan dapat meningkatkan kerja otak, mempertajam ingatan, serta menyembuhkan pasien yang mengalami gangguan jiwa.

Ekstrak pegagan dapat memperbaiki jaringan yang mengatur terjadinya proses interaksi di dalam otak. Karena itu, pegagan dapat diberikan kepada penderita insomnia, stres, dan kelelahan mental. Pegagan sangat baik untuk terapi bagi anak-anak dengan keterbelakangan mental dan hiperaktif.

Tabel. Komposisi gizi per 100 gram pegagan
KomponenKadar per 100 gram berat basah
Energi52 kkal
Kadar air88 g
Protein3 g
Lemak2,7 g
Serat1,92 g
Kadar abu2,54 g
Karbohidrat3,81 g
Mineralper 100 gram berat kering
Kalsium2.425 mg
Fosfor327 mg
Natrium16 mg
Mangan23 mg
Tembaga7 mg
Seng20 mg
Magnesium271 mg
Besi18 mg

Resep Pegagan

Cara tradisional mengolah pegagan untuk mengatasi penyakit:

1. Susah kencing: 30 gr pegagan segar dilumatkan, ditempel di pusar.
2. Demam: segenggam daun pegagan segar ditumbuk, ditambah sedikit air dan garam, disaring. Diminum sebelum sarapan.
3. Darah tinggi: 20 lembar daun pegagan ditambah 3 gelas air, direbus sampai menjadi 3/4-nya. Sehari diminum 3 x 3/4 gelas.
4. Wasir 4-5 batang berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air selama 5 menit. Air rebusan diminum selama beberapa hari.
5. Pembengkakan hati (lever): 240-600 gram pegagan segar direbus, airnya diminum secara rutin.
6. Campak: 60-120 gr pegagan direbus dan airnya diminum.
7. Batuk kering: segenggam pegagan segar dilumatkan dan diperas. Tambahkan air dan gula batu secukupnya, lalu minum.
8. Penambah nafsu makan: 1 genggam daun pegagan segar direbus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas, diminum sehari 1 gelas.

Oleh:
Prof.DR. Made Astawan
Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

Obat Hipertensi

KHASIAT bawang putih ternyata tak hanya melezatkan racikan masakan, tapi juga ampuh mengobati tekanan darah tinggi. Benarkah?

Hipertensi kerap menyerang orang dan jarang ditandai dengan kehadiran gejala yang mengejutkan. Kehadiran hipertensi biasanya ditandai dengan timbulnya tingkat tekanan darah di atas normal, sehingga membutuhkan penanganan khusus sebelum akhirnya membuahkan serangan komplikasi dalam jangka panjang. Namun, bagi Anda yang memiiki gangguan hipertensi tersebut, kini tak perlu khawatir. Ada sebuah ramuan sederhana, yakni suplemen bawang putih yang siap membantu menurunkan kadar hipertensi Anda.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa bawang putih memiliki manfaat untuk mengobati tekanan darah tinggi. Sebagai bagian dari penelitiannya, dokter Australia tersebut mendaftarkan 50 pasiennya untuk dijadikan subjek penelitian. Dari sana, dokter tersebut melihat apakah suplemen bawang putih benar-benar dapat membantu mereka yang terserang tekanan darah tinggi yang mereka alami.

Sebelumnya, suplemen bawang putih telah terbukti dapat menurunkan kolesterol dan menurunkan tekanan darah tinggi pada mereka dengan serangan hipertensi yang sulit terobati.

Dalam penelitian terbaru, peneliti dari University of Adelaide, Australia, melihat efek dari empat kapsul suplemen yang berbahan baku bawang putih selama 12 minggu. Dari sana, mereka menemukan bahwa tekanan darah sistolik sekira 10mmHg lebih rendah pada kelompok yang diberi bawang putih ketimbang mereka yang diberikan placebo.

“Suplemen bawang putih dikaitkan dengan efek menurunkan tekanan darah secara klinis pada pasien dengan diagnosa hipertensi,” seperti dikatakan Ried, seorang peneliti pada BBC dan dirilis Times of India.

Para ahli mengatakan, suplemen bawang putih hanya boleh digunakan setelah mendapatkan referensi dari medis sehingga khasiat bawang putih tersebut dapat berjalan sempurna. Selain menurunkan hipertensi, bawang putih pun dapat mengencerkan darah, serta secara fleksibel dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya.

Kenali Diri Sendiri

Menyongsong tahun baru, sudah selayaknya bila kita berhenti melangkah sejenak untuk melihat kembali siapa diri kita yang sesungguhnya dan sampai di mana kita berjalan (berkembang). Dengan demikian, kita dapat kembali melangkah maju dengan lebih tenang, mantap, dan lebih pasti.

Hidup ini terasa sangat berharga bila kita menempuhnya secara sadar. Kesadaran yang dimaksudkan di sini adalah "mengerti secara utuh". Kesadaran membuat kita tenang karena mengerti, sehingga memungkinkan kita merespon dengan tepat berbagai situasi yang kita hadapi tanpa rasa konflik, tanpa rasa terpaksa, tanpa rasa terbeban, tanpa rasa takut, cemas, dan sebagainya.

Di sisi lain, hidup yang dijalani dengan kecemasan atau sebaliknya dengan penuh ambisi yang tidak realistis dan menghalalkan segala cara, berarti dijalani tanpa kesadaran penuh; berarti perhatian kita terlalu terfokus pada suatu hal tertentu di masa lalu atau di masa mendatang (yang bukan merupakan kenyataan) dan mengabaikan banyak hal saat ini yang sebenarnya sungguh berharga untuk disadari.

Menempuh hidup secara sadar memerlukan keberanian untuk melihat diri sendiri secara apa adanya. Bila kita telah dapat melihat diri sendiri secara utuh atau jernih siapa diri kita, kita akan mampu juga melihat realitas di luar diri secara jernih.

Lain halnya bila kita tidak sungguhsungguh mengenali diri sendiri, pemahaman kita terhadap dunia di luar diri akan terdistorsi (disesatkan) oleh motif-motif dan emosi-emosi kita yang tidak kita sadari.

Pada umumnya kita melihat diri sendiri hanya sepotong-sepotong, seperti rangkaian puzzle yang tidak tersusun secara utuh. Mengapa? Kita cenderung menghindari melihat atau menyentuh bagian diri kita yang tidak menyenangkan, yang tidak sesuai gambaran ideal yang kita angankan.

Padahal, penolakan terhadap bagian diri yang manapun pasti menghasilkan emosi negatif yang akan mengganggu ketenangan hidup kita. Mengapa? Bagian diri yang kita tolak akan berkembang menjadi musuh bagi diri kita sendiri. Padahal, bila kita terima, ia akan selaras dengan bagian-bagian din yang lain. Mungkinkah kita dapat melangkah maju secara sehat bila bagian-bagian diri kita dalam keadaan berkonflik? Itulah sebabnya kita perlu memiliki keberanian untuk berhenti sejenak.

Beberapa langkah dapat kita tempuh untuk dapat lebih mengenal diri kita sendiri, di antaranya adalah melalui introspeksi, mengamati perilaku sendiri, dan melalui orang lain.

Mengenal diri sendiri melalui introspeksi

Introspeksi adalah proses individu melihat ke dalam dirinya dan menguji pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, dan motif-motifnya sendiri. Meskipun ini sangat bermanfaat, ternyata jarang dilakukan.

Meskipun jarang berpikir mengenai diri sendiri, tentu saja kadang-kadang kita mengubah arah perhatian menyadari diri sendiri, terutama bila menghadapi situasi yang memicu kesadaran diri, misalnya bila kita sedang menghadapi masalah, melihat diri sendiri dalam cermin, dan sebagainya.

Seperti dijelaskan oleh Aronson dkk (2007) dalam bukunya Social Psychology, bila kita memusatkan perhatian pada diri sendiri, kita menilai dan membandingkan perilaku kita saat itu dengan standar internal dan nilai-nilai kita. Kita menjadi sadar diri, dalam arti menjadi objektif, menilai diri kita sendiri melalui pengamatan.

Duval & Silvia yang meneliti dinamika kesadaran diri menjelaskan sebagai berikut: Melalui refleksi diri kita menjadi sadar akan kesenjangan antara perilaku dengan standar internal kita. Bila kita merasa dapat mengubah perilaku sesuai dengan standar internal, kita akan melakukannya, dan merasa nyaman karenanya.

Namun, bila kita merasa tidak dapat mengubah perilaku kita, dalam keadaan sadar diri, kita akan merasa tidak nyaman karena berhadapan dengan umpan balik yang tidak menyetujui diri sendiri. Karena merasa tidak nyaman, biasanya orang cenderung melarikan diri dari kondisi sadar diri.

Untuk dapat menjauhkan diri dari kondisi sadar diri, sebagian dari kita melakukan berbagai upaya, antara lain dengan menyalahgunakan alkohol, pesta makanan, dan masokisme seksual. Contohnya, menjadi peminum alkohol merupakan cara untuk menghindari pikiran negatif mengenai diri sendiri. Beberapa penulis menyimpulkan: kenyataan bahwa orang-orang melakukan hal yang berbahaya, meskipun berisiko, merupakan indikasi betapa tidak menyenangkan bila kita dalam kondisi sadar diri.

Meski demikian, tidak semua bentuk pelarian dari diri sendiri (escaping the self) itu bersifat merusak. Berbagai bentuk pengalaman religius dan spiritual juga dapat diartikan sebagai penghindaran dari kondisi terfokus pada diri sendiri.

Selain itu, fokus pada diri sendiri juga tidak selalu tidak menyenangkan. Bila kita mengalami sukses besar, berfokus pada diri sendiri dapat terasa sangat menyenangkan karena hal itu memperjelas prestasi positif kita. Fokus pada diri sendiri dapat juga menjadi cara untuk keluar dari kesulitan, yaitu mengingatkan kita akan mana yang benar dan yang salah, sehingga kita memilih untuk bertindak benar.

Keterbatasan instrospeksi

Berbagai proses mental terjadi di luar kesadaran. Biasanya kita hanya sadar akan hasil akhir proses berpikir kita (misalnya bahwa kita jatuh cinta), namun tidak menyadari proses kognisi yang menyebabkan hasil tersebut. Itulah sebabnya, hanya dengan introspeksi mungkin tidak membuat kita menemukan penyebab pikiran atau perasaan kita, namun kita akan berhasil meyakinkan diri mengenai penyebabnya.

Nisbett & Wilson menyebut fenomena ini sebagai "telling more than we can know" karena penjelasan orang mengenai perilaku dan perasaannya sering jauh dari apa yang dapat mereka ketahui secara rasional.

Sebagai contoh, penelitian Wilson, Laser, & Stone (1982) dengan partisipan mahasiswa. Partisipan diminta mencatat suasana hatinya (mood) setiap hari selama lima minggu. Mereka juga diminta melacak hal yang mungkin menyebabkan mood mereka, misalnya cuaca, beban kerja, atau lama tidur pada malam hari sebelumnya.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa dalam banyak kasus, individu salah dalam memperkirakan apa yang memengaruhi suasana hati mereka. Contohnya, banyak orang mengira bahwa suasana hatinya dipengaruhi oleh lamanya waktu tidur, padahal kenyataan lamanya waktu tidur tidak memengaruhi mood.

Hal yang menjadi sandaran partisipan dalam memperkirakan penyebab perasaan atau perilakunya adalah teori-teori kausal (causal theories) yang ada dalam benak mereka. Yang dimaksud dengan teori-teori kausal di sini adalah teori-teori mengenai penyebab perasaan dan perilaku kita sendiri; di mana teori-teori tersebut sering kita pelajari dari budaya kita.

Masalahnya, skema pengetahuan dan teori-teori kita tidak selalu benar dan dapat mengakibatkan kesalahan dalam menilai penyebab tindakantindakan kita. Selain bersandar pada teori-teori kausal, dalam memperkirakan penyebab perasaan atau perilaku kita sendiri, kita juga bersandar pada informasi-informasi yang kita miliki mengenai diri kita sendiri.

Fakta menunjukkan bahwa bagaimanapun juga introspeksi tidak selalu memberikan jawaban yang benar mengenai penyebab perasaan dan perilaku kita. Itulah sebabnya, selain introspeksi kita perlu juga melakukan langkah pengenalan diri yang lain, yakni dengan mengamati perilaku kita sendiri dan juga melalui orang lain.

Mengenai dua langkah selain introspeksi ini akan dibahas dalam GHS edisi mendatang. Sampai jumpa! Salam sukses di tahun yang baru!